SIRAMAN ROHANI PN WONOGIRI (JUJUR ADALAH JALAN KEBERUNTUNGAN DAN KEMULIAAN)

18 Feb

13
Written by admininistrator

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Dalam rangka untuk mempertebal keimanan kita kepada Alloh SWT bertempat di mushola NUR RACHIM Kantor Pengadilan Negeri Wonogiri di adakan pengajian rutin yang di ikuti oleh Bapak Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri, Bapak Wakil Ketua, Para Hakim dan seluruh pegawai. Pengajian tersebut di buka oleh Takmir Mushola Nur Rachim Bapak H. Suyudi kemudian di lanjutkan dengan materi siraman rohani yang di sampaikan oleh Kyai Haji Marsyam, S.Sos.

Siraman Rohani 18 02 2019

Berikut kajian singkat yang dapat dipetik dari pengajian rutin pada pagi hari ini :

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh SWT, tiada yang kuasa menandingi keagungan-Nya. Dialah Alloh yang menciptakan alam semesta dan segala isinya serta mencukupi rezeki seluruh makhluk-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada kekasih Alloh, baginda nabi Muhammad SAW.

Rosululloh SAW. bersabda, “Hendaklah kalian jujur, karena kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan. Dan, kebaikan menunjukkan jalan menuju surga.” (HR. Bukhori).

Saudaraku, mengapa masih saja ada pedagang yang diam-diam mengurangi takaran, mencurangi timbangan. Mengapa masih saja ada pegawai yang diam-diam menggelapkan anggaran. Mengapa masih saja ada pengusaha yang diam-diam memberi suap atau sogokan, dan mengapa masih saja ada oknum pejabat yang leluasa saja menerimanya.

Jawabannya adalah karena orang-orang seperti ini tidak yakin kepada Alloh. Tidak yakin kepada Dzat yang Maha Mengetahui, Maha Mendengar dan Maha Melihat. Sehingga ia berani berbuat tidak jujur.

Padahal kejujuran adalah bukti kemuliaan seseorang. Kejujuran adalah cermin dari kebeningan hati. Orang yang selalu berusaha jujur di dalam hidupnya baik dalam niat, ucapan dan perbuatan, bisa dipastikan memiliki moral yang baik dan akhlak mulia. Bahkan, di dalam Al Quran disebutkan bahwa Alloh akan menyandingkan orang-orang jujur dengan para nabi, para syahid dan orang-orang sholeh.

Alloh SWT. berfirman, “Barang siapa taat kepada Alloh dan rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Alloh : yaitu para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shaleh..” (QS. An Nisaa [4] : 69).

Siapapun menyukai kejujuran. Seorang atasan akan suka pada karyawannya yang jujur. Rakyat akan cinta pada pemimpinnya yang jujur. Seorang suami atau istri akan sayang kepada pasangannya yang jujur. Pembeli akan senang kepada pedagang yang jujur. Fitrah manusia itu mencintai kejujuran.

Hal yang sangat berharga sebagai buah dari kejujuran adalah rasa tenang. Padahal ketenangan adalah hal yang tidak bisa dinilai dengan materi. Apa gunanya harta kekayaan yang berlimpah jika berasal dari ketidakjujuran. Yang akan lahir hanyalah resah dan gelisah, takut jika sumber kekayaannya terbongkar. Sedangkan jika rasa resah dan gelisah sudah ada di dalam hati, maka rumah yang luas pun hanya akan terasa bagai penjara. Hati terasa sempit.

Sebaliknya, orang yang jujur selalu tenang, karena yang ia genggam adalah embun kebenaran, bukan bara ketidakjujuran. Ketenangan mengantarkan pada kebahagiaan. Meskipun hidup alakadarnya, orang yang jujur akan senantiasa diliputi rasa tenang dan kebahagiaan. Rumah yang sederhana terasa luas, dengan jiwa yang lapang dan hati yang tentram.

Rosululloh SAW. bersabda, “..maka sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan, dan kebohongan adalah keraguan..” (HR. Turmudzi).

Rosululloh SAW. juga bersabda, “..Janganlah kalian berdusta, karena dusta akan mengantarkan pada kejahatan, dan kejahatan akan membawa ke neraka.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Oleh sebab itu, marilah kita berlomba-lomba menjadi pribadi-pribadi yang jujur. Demi Alloh, kejujuran adalah jalan menuju keberuntungan. Kejujuran adalah jalan menuju kemuliaan sejati. Kejujuran ciri dari tauhid yang kuat dan keyakinan yang lurus kepada Alloh SWT.

RAPAT PEMBENTUKAN TIM PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WILAYAH BEBAS KORUPSI DAN WILAYAH BIROKRASI BERSIH MELAYANI

15 Feb

35
Written by admininistrator

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

WONOGIRI-PN Wng Jum’at 15 Februari 2019 bertempat di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Wonogiri, kembali di gelar Rapat Pembentukan Tim Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang di pimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri Bapak Mohammad Istiadi, S.H., M.H. Dengan dihadiri Wakil Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri, Plt Panitera, Sekretaris, Para Hakim, dan Pejabat Struktural pada Pengadilan Negeri Wonogiri Rapat dilaksanakan dengan tujuan menyusun tim kerja yang akan menjadi motor penggerak dalam Pembangunan Zona Integritas menuju WBK / WBBM.

1. PEMBENTUKAN TIM ZI

2. PEMBENTUKAN TIM ZI

Dengan adanya keterlibatan jajaran pimpinan dan pegawai pada tim kerja tersebut diharapkan dapat meningkatkan komitmen seluruh jajaran pimpinan dan pegawai dalam membangun Zona Integritas menuju WBK / WBBM. Selanjutnya diharapkan pula terjadinya perubahan pola pikir dan budaya kerja pada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK / WBBM. 

Tim kerja atau Tim Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dibagi atas 6 (enam) area, yang masing-masing dipimpin oleh seorang koordinator. Adapun  area tersebut terdiri dari :

  1. Area Manajemen Perubahan
  2. Area Penataan Tata Laksana
  3. Area Penataan Sistem Manajemen SDM
  4. Area Penguatan Akuntabilitas
  5. Area Penguatan Pengawasan
  6. Area peningkatan Kualitas Pelayanan.

Setelah ditetapkannya Surat Keputusan Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri tentang Tim Pembangunan Zona Integritas, WBK, dan WBBM diharapkan setiap tim kerja pada area yang telah ditentukan dapat bekerja dengan rasa tanggung jawab dan menyelesaikan tugas-tugas sesuai dengan apa yang telah ditentukan dalam Dokumen Rencana Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

3. PEMBENTUKAN TIM ZI

4. PEMBENTUKAN TIM ZI