RAPAT RUTIN BULAN APRIL 2019

10 Apr

WONOGIRI-PN Wng Senin 8 April 2019 Pengadilan Negeri Wonogiri Kelas I B mengadakan Rapat Rutin Bulanan untuk Bulan April 2019. Rapat diadakan di Ruang Sidang Cakra dan dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri Kelas I B Bapak Mohammad Istiadi, S.H., M.H. Sedangkan dalam rapat tersebut diikuti oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri Kelas I B Bapak Lingga Setiawan, S.H., M.H.,para hakim, kasubag umum, keuangan, kepegawaian, ptip, pejabat fungsional, panitera, panitera muda hukum, panitera muda perdata, panitera muda pidana, sekretaris, serta seluruh pegawai Pengadilan Negeri Wonogiri Kelas I B.

RA1

Pada rapat tersebut disampaikan tentang Pembinaan KMA tanggal 25 Maret 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah tanggal 2 April 2019 di Magelang. Kemudian dilanjutkan evaluasi kinerja serta laporan tentang permasalahan pada Sub.bagian Kesekretariatan dan Kepaniteraan untuk dipecahkan bersama dan dicarikan solusinya, serta Bapak Wakil Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri Bapak Lingga Setiawan, S.H., M.H., menyampaikan tentang kedisiplinan pengisian SIPP sebagai evaluasi kinerja.

RA2

 

 

SIRAMAN ROHANI PN WONOGIRI (BELAJARLAH MENGHARGAI PROSES JANGAN HANYA MELIHAT HASIL)

20 Mar

WONOGIRI-PN Wng Tiga orang pemuda mendatangi masjid. Padahal sebelumnya mereka sering berada di pinggiran jalan atau nongkrong di pos ronda. Mengobrol atau main gitar menghabiskan waktu. Kadang-kadang menggoda cewek-cewek yang lewat. Mungkin mereka sudah bosan dengan rutinitas sebelumnya, atau ingin merasakan nuansa berbeda, atau mereka beranjak ingin bertobat. Petang itu mereka melangkah mantap ke masjid, ingin melaksanakan shalat magrib. Namanya anak muda yang baru hendak tobat, mereka ke masjid dengan pakaian ala kadarnya. Memakai celana jeans dan kaos. Tapi setidaknya sudah menutupi aurat.

Tapi di masjid mereka mendapatkan sambutan yang tidak ramah dari jamaah. Terutama para orang tua yang memandang mereka dengan tatapan aneh. Salah satunya menyeletuk, “Itu mau ke masjid apa mau dolan (main)? ” ujarnya. Sebab terlalu banyak pandangan yang menyudutkan, akhirnya mereka tidak jadi ikut shalat magrib. Mereka keluar dari masjid dan kembali ke habitat sebelumnya untuk kembali meneruskan rutinitas mereka yaitu nongkrong di pinggir jalan.

Begitulah. Mungkin banyak orang yang menjadi jahat kembali karena tidak mendapat kesempatan untuk menjadi baik. Andai saja orang tua di masjid itu mau bersabar dan tidak berkomentar sinis kepada para anak muda itu, mungkin mereka jadi shalat dan masih betah berada di masjid. Tidak menutup kemungkinan mereka akan terus membenahi diri hingga menjadi sama dengan orang tua yang beribadah dengan optimal. Seandainya para orang tua mau bersabar dengan proses yang dilakukan anak muda, mungkin mereka masih sering ke masjid.

Begitulah. Betapa kita sering tidak menghargai proses yang sudah dilakukan orang lain. Bahwa menjadi baik memang butuh proses yang tidak mudah dan perjuangan yang tidak ringan. Setidaknya hargailah iktikad (kemauan) untuk berubah.

Jika kita tidak mampu memberi apresiasi, setidaknya kita tidak mencela. Toh bukan kita juga yang membawa mereka ke arah kebaikan. Kita hanya perlu merespon dengan baik proses yang mereka lakukan. Namanya anak muda. Belum bisa konsisten dan total beribadah layaknya orang tua yang sudah lama makan asam garam kehidupan. Dan akhirnya yang kita dapatkan atas ketidaksabaran kita adalah redupnya semangat yang sudah mulai menyala. Mereka kembali ke jalan dan melakukan rutinitas yang tidak lebih baik.

Mari meneladani Rasulullah SAW yang sangat menghargai sekecil apapun karya para sahabat. Rasulullah SAW tidak serta merta mengharamkan khamar (miras). Berangsur-angsur Rasulullah SAW mengajak para sahabatnya dan masyarakat meninggalkan khamar. Awalnya Rasulullah SAW melarang minum khamar pada saat akan melaksanakan shalat. Setelah itu berangsur-angsur Rasulullah SAW mengharamkan khamar dalam kondisi apapun.

Memberikan kesan positif kepada individu yang melakukan sebuah proses adalah lebih bijak. Alangkah bijaksana jika kita memberikan apresiasi dan motivasi kepada mereka yang sudah menghasilkan karya. Terbaik menurutnya, bukan menurut kita, meskipun kita mampu menghasilkan karya yang lebih bagus darinya.

Bahwa sebuah karya harus bagus dan berkualitas itu memang benar adanya. Tapi semua ada prosesnya. Tidak serta merta sebuah pekerjaan menghasilkan karya luar biasa. “ Belajarlah untuk menghargai proses dan jangan hanya melihat hasil, karena hasil tidak akan pernah menghianati usaha ”.

Demikian tadi sedikit kajian yang dapat di peroleh dari pengajian rutin pada Rabu pagi hari ini  di Mushola Nur Rachim Kantor Pengadilan Negeri Wonogiri. Biasanya Pengajian rutin di adakan setiap Hari Jum'at berhubung Jum'at 15 Maret berhalangan maka acara di tunda dan dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 20 Maret 2019. Seperti pada pertemuan sebelumnya acara di hadiri Bapak Wakil Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri, Para Hakim, Panitera, Sekretaris dan seluruh pegawai kecuali yang beragama non muslim. Pengajian tersebut di buka oleh Takmir Mushola Nur Rachim Bapak H. Suyudi kemudian di lanjutkan dengan materi siraman rohani yang di sampaikan oleh Al ustad H. Ahmad Sarijo, S.Ag.

Pengajian 1

Pengajian 2

Pengajian 3

SIRAMAN ROHANI PN WONOGIRI (JUJUR ADALAH JALAN KEBERUNTUNGAN DAN KEMULIAAN)

18 Feb

WONOGIRI-PN Wng Dalam rangka untuk mempertebal keimanan kita kepada Alloh SWT bertempat di mushola NUR RACHIM Kantor Pengadilan Negeri Wonogiri di adakan pengajian rutin yang di ikuti oleh Bapak Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri, Bapak Wakil Ketua, Para Hakim dan seluruh pegawai. Pengajian tersebut di buka oleh Takmir Mushola Nur Rachim Bapak H. Suyudi kemudian di lanjutkan dengan materi siraman rohani yang di sampaikan oleh Kyai Haji Marsyam, S.Sos.

Siraman Rohani 18 02 2019

Berikut kajian singkat yang dapat dipetik dari pengajian rutin pada pagi hari ini :

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh SWT, tiada yang kuasa menandingi keagungan-Nya. Dialah Alloh yang menciptakan alam semesta dan segala isinya serta mencukupi rezeki seluruh makhluk-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada kekasih Alloh, baginda nabi Muhammad SAW.

Rosululloh SAW. bersabda, “Hendaklah kalian jujur, karena kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan. Dan, kebaikan menunjukkan jalan menuju surga.” (HR. Bukhori).

Saudaraku, mengapa masih saja ada pedagang yang diam-diam mengurangi takaran, mencurangi timbangan. Mengapa masih saja ada pegawai yang diam-diam menggelapkan anggaran. Mengapa masih saja ada pengusaha yang diam-diam memberi suap atau sogokan, dan mengapa masih saja ada oknum pejabat yang leluasa saja menerimanya.

Jawabannya adalah karena orang-orang seperti ini tidak yakin kepada Alloh. Tidak yakin kepada Dzat yang Maha Mengetahui, Maha Mendengar dan Maha Melihat. Sehingga ia berani berbuat tidak jujur.

Padahal kejujuran adalah bukti kemuliaan seseorang. Kejujuran adalah cermin dari kebeningan hati. Orang yang selalu berusaha jujur di dalam hidupnya baik dalam niat, ucapan dan perbuatan, bisa dipastikan memiliki moral yang baik dan akhlak mulia. Bahkan, di dalam Al Quran disebutkan bahwa Alloh akan menyandingkan orang-orang jujur dengan para nabi, para syahid dan orang-orang sholeh.

Alloh SWT. berfirman, “Barang siapa taat kepada Alloh dan rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Alloh : yaitu para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shaleh..” (QS. An Nisaa [4] : 69).

Siapapun menyukai kejujuran. Seorang atasan akan suka pada karyawannya yang jujur. Rakyat akan cinta pada pemimpinnya yang jujur. Seorang suami atau istri akan sayang kepada pasangannya yang jujur. Pembeli akan senang kepada pedagang yang jujur. Fitrah manusia itu mencintai kejujuran.

Hal yang sangat berharga sebagai buah dari kejujuran adalah rasa tenang. Padahal ketenangan adalah hal yang tidak bisa dinilai dengan materi. Apa gunanya harta kekayaan yang berlimpah jika berasal dari ketidakjujuran. Yang akan lahir hanyalah resah dan gelisah, takut jika sumber kekayaannya terbongkar. Sedangkan jika rasa resah dan gelisah sudah ada di dalam hati, maka rumah yang luas pun hanya akan terasa bagai penjara. Hati terasa sempit.

Sebaliknya, orang yang jujur selalu tenang, karena yang ia genggam adalah embun kebenaran, bukan bara ketidakjujuran. Ketenangan mengantarkan pada kebahagiaan. Meskipun hidup alakadarnya, orang yang jujur akan senantiasa diliputi rasa tenang dan kebahagiaan. Rumah yang sederhana terasa luas, dengan jiwa yang lapang dan hati yang tentram.

Rosululloh SAW. bersabda, “..maka sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan, dan kebohongan adalah keraguan..” (HR. Turmudzi).

Rosululloh SAW. juga bersabda, “..Janganlah kalian berdusta, karena dusta akan mengantarkan pada kejahatan, dan kejahatan akan membawa ke neraka.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Oleh sebab itu, marilah kita berlomba-lomba menjadi pribadi-pribadi yang jujur. Demi Alloh, kejujuran adalah jalan menuju keberuntungan. Kejujuran adalah jalan menuju kemuliaan sejati. Kejujuran ciri dari tauhid yang kuat dan keyakinan yang lurus kepada Alloh SWT.

PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN & PELANTIKAN PANITERA DAN PANITERA MUDA HUKUM PENGADILAN NEGERI WONOGIRI

04 Mar

WONOGIRI-PN Wng Pada Hari Jum’at tanggal 01 Maret 2019, Pengadilan Negeri Wonogiri Kelas IB telah mengadakan Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Panitera & Panitera Panitera Muda Hukum yang bertempat di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Wonogiri Kelas IB .

Adapun Pejabat yang dilantik yaitu :

  1. Bapak MUHAMMAD, S.H., M.H. menjadi Panitera pada Pengadilan Negeri Wonogiri, sebelumnya menjabat sebagai Wakil Panitera pada Pengadilan Negeri Pati.
  2. Ibu HARMASTUTI, S.H. menjadi Panitera Muda Hukum pada Pengadilan Negeri Wonogiri, yang sebelumnya menjabat sebagai Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Wonogiri.

Pejabat yang mengambil sumpah dan melantik adalah Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri, Bapak MOHAMMAD ISTIADI , S.H., M.H. yang di hadiri oleh  Para Hakim, Seluruh Pegawai Pengadilan Negeri Wonogiri dan Tamu undangan dari Pengadilan Negeri Pati.

Acara pengambilan sumpah diakhiri dengan Foto bersama dan dilanjutkan ucapan selamat dari semua hadirin di awali oleh Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri, Hakim, Bapak Sekretaris dan diikuti oleh para Karyawan dan Karyawati Pengadilan Negeri Wonogiri beserta tamu undangan yang lain.

Pelantikan 1

Pelantikan 2

Pelantikan 3

Peantikan 4

Pelantikan 5

Pelantikan 6

RAPAT PEMBENTUKAN TIM PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WILAYAH BEBAS KORUPSI DAN WILAYAH BIROKRASI BERSIH MELAYANI

15 Feb

WONOGIRI-PN Wng Jum’at 15 Februari 2019 bertempat di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Wonogiri, kembali di gelar Rapat Pembentukan Tim Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang di pimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri Bapak Mohammad Istiadi, S.H., M.H. Dengan dihadiri Wakil Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri, Plt Panitera, Sekretaris, Para Hakim, dan Pejabat Struktural pada Pengadilan Negeri Wonogiri Rapat dilaksanakan dengan tujuan menyusun tim kerja yang akan menjadi motor penggerak dalam Pembangunan Zona Integritas menuju WBK / WBBM.

1. PEMBENTUKAN TIM ZI

2. PEMBENTUKAN TIM ZI

Dengan adanya keterlibatan jajaran pimpinan dan pegawai pada tim kerja tersebut diharapkan dapat meningkatkan komitmen seluruh jajaran pimpinan dan pegawai dalam membangun Zona Integritas menuju WBK / WBBM. Selanjutnya diharapkan pula terjadinya perubahan pola pikir dan budaya kerja pada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK / WBBM. 

Tim kerja atau Tim Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dibagi atas 6 (enam) area, yang masing-masing dipimpin oleh seorang koordinator. Adapun  area tersebut terdiri dari :

  1. Area Manajemen Perubahan
  2. Area Penataan Tata Laksana
  3. Area Penataan Sistem Manajemen SDM
  4. Area Penguatan Akuntabilitas
  5. Area Penguatan Pengawasan
  6. Area peningkatan Kualitas Pelayanan.

Setelah ditetapkannya Surat Keputusan Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri tentang Tim Pembangunan Zona Integritas, WBK, dan WBBM diharapkan setiap tim kerja pada area yang telah ditentukan dapat bekerja dengan rasa tanggung jawab dan menyelesaikan tugas-tugas sesuai dengan apa yang telah ditentukan dalam Dokumen Rencana Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

3. PEMBENTUKAN TIM ZI

4. PEMBENTUKAN TIM ZI